Virtual IP (LAN / VLAN) :: Debian, Fedora, Slackware

Virtual IP (LAN)


Tutorial kali ini akan berbagi ilmu tentang virtual lan untuk server untuk melayani client dengan IP beda segment.

Pertanyaan yang sering mengemuka adalah bagaimana melayani client dengan jumlah besar yang lebih dari jumlah yang di-cover oleh 1 segment IP. Atau menangani seluruh client tetapi dengan management beda segment supaya lebih terorganisir dan rapi. 

Jawabannya hanya 2 

  1. Server dengan NIC lebih dari satu
  2. Server dengan NIC terbatas (cuma satu slot NIC tambahan)

Penjelasan

1. Server dengan NIC lebih

Idealnya memang demikian. Memiliki Server dengan slot NIC 3 atau 4 bahkan bisa 6. Ip yang akan diterapkan memiliki 3, 4 atau 6 segment.  

Konfigurasinya memang lebih gampang. Cukup pasang sejumlah NIC di slot NIC tambahan yang tersedia dan konfigurasi sesuai dengan keinginan.

2. Server dengan NIC terbatas (cuma satu slot NIC tambahan)

Server yang tersedia hanya memiliki NIC onboard dan satu slot tambahan (biasanya tipe PCI). Konfigurasi LAN yang dirancang mengharuskan pemanfaatan IP dengan segment berbeda  untuk maintenance dan pemantauan jaringan melalui server. 

Tuntutan yang mengharuskan dapat terpenuhinya konsep rancangan tersebut dengan kondisi slot PCI untuk NIC adalah dengan menerapkan Virtual IP. Konsep ini dan implementasinya menghasilkan server yang mampu melayani client dengan beda segment seperti layaknya server yang memiliki NIC fisik lebih dari satu.

Konfigurasi IP Virtual

:: Debian

# nano /etc/network/interfaces

auto eth0
iface eth0 inet static
address 103.148.54.90
netmask 255.255.255.254
gateway 103.148.54.202

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.10.100
netmask 255.255.255.0
network 192.168.10.0
broadcast 192.168.10.255

auto eth1:1
iface eth1:1 inet static
address 192.168.21.90
netmask 255.255.255.0
network 192.168.21.0
broadcast 192.168.21.255

auto eth1:2
iface eth1:2 inet static
address 192.168.25.85
netmask 255.255.255.0
network 192.168.25.0
broadcast 192.168.25.255

# /etc/init.d/networking restart

# ifconfig

:: Redhat [CentOS/Fedora]

Asumsi Eth0 digunakan untuk koneksi dari ISP atau Public

# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1:1

DEVICE = eth1:1
ONBOOT = yes
BOOTPROTO = none
IPADDR = 192.168.9.100
NETMASK = 255.255.255.0
BROADCAST = 192.168.9.255
NETWORK = 192.168.9.0

kemudian simpan dengan menekan ESC, :wq, ENTER

# /etc/init.d/networking restart
# ifconfig


:: Slackware 

# vi /etc/rc.d/rc.inet1.conf


# Config information for eth0:

IPADDR[0]=”122.103.45.3″
NETMASK[0]=”255.255.255.252″
GATEWAY[0]=”122.103.45.135”
USE_DHCP[0]=”no”
DHCP_HOSTNAME[0]=””
DHCP_KEEPRESOLV[0]=”” 

# Config information for eth1:

IPADDR[1]=”192.168.10.100”
NETMASK[1]=”255.255.255.0”
BROADCAST[1]=”192.168.10.255”
NETWORK[1]=”192.168.10.0″
USE_DHCP[1]=”no”
DHCP_HOSTNAME[1]=”” 

# Config information for eth1:1

IPADDR[1:1]=”192.168.12.100″
NETMASK[1:1]=”255.255.255.0″
BROADCAST[1:1]=”192.168.12.255″
NETWORK[1:1]=”192.168.12.0″
USE_DHCP[1:1]=”no”
DHCP_HOSTNAME[1:1]=””

kemudian simpan dengan menekan ESC, :wq, ENTER

# /etc/rc.d/rc.inet1 restart
# ifconfig


Testbed : PC & Server 
Machine : Intel, Xeon & AMD
Distro  : Debian 6, Fedora 14, Slackware 12