Linux. Always New Operating System.
Layaknya Sistem Operasi untuk unit komputer, tentunya memiliki masa atau durasi edar. MS Windows dengan Windows XP pada akhirnya harus rela menepi walaupun di sebagian negara terutama Cina masih sangat menginginkan sistem operasi ini tetap mendapat update dari induknya, Microsoft. Apple Macintosh dengan Mac OS hingga Mac OS X memiliki masa edar yang dibatasi oleh si penerbit yaitu Apple.
Bagaimana dengan Linux? The Pinguin?
Sebenarnya, sistem operasi ini dibuat atau diciptakan untuk melestarikan sistem operasi Minix yang tidak lain adalah Unix di bidang Industri/Laboratorium dan ingin ada sistem operasi baru sebagai pembanding terhadap sistem operasi yang sudah lebih dulu ada tetapi komersil luar biasa yaitu MS Windows, kemudian Apple, Novell, AS400 atau yang lainnya. Satu hal yang pasti adalah sistem operasi tersebut rata-rata MAHAL dan rumit update-nya. Linux, tercipta dan dibuat hampir tanpa keinginan apapun kecuali sebatas ditawarkan dan dikembangkan oleh Linus Torvalds ke seluruh programmer dunia agar bersedia me-review dan mengembangkannnya kemudian menyebarkan menjadi sistem operasi yang layak. Itu saja, tidak lebih.
Hanya respond-nya atau jawaban yang diperoleh Linus Torvalds dari para programmer pengembang yang mencengangkan bahkan hingga saat ini.
- Sistem Operasi ini dinamakan Linux, penghormatan terhadap penggagas: Linus Torvalds
- Kernel tetap menjadi tanggung jawab Linus Torvalds sebagai final reviewer
- Sistem Operasi ini berkembang tiap detik, tiap menit, tiap jam dan setiap saat semaunya dari pengembang di seluruh dunia
- Sistem Operasi yang handal dan ekonomis
- Sistem Operasi yang menawarkan perolehan bisnis yang luar biasa dari ide berbagi dan terbuka yang ditandai dengan sistem berbayar dan Free
- Sistem Operasi yang Full Package : Desktop, Server, Default & Customized
- Sistem Operasi yang berjalan di unit komputer dengan spesifikasi minimal dan performa maksimal
Awalnya, tidak terlalu menjanjikan. Bahkan cenderung membosankan dengan tampilan ala kadarnya dan text based. Sebagai sistem operasi untuk Server, sistem ini handal, bandel dan stabil. Unit client sebagai pengakses hampir tidak terjadi masalah terhadap layanan dari Server. Tetap saja membosankan karena tampilan menjadi tolok ukur saat itu dengan kemunculan MS Windows dengan MS Windows Server melalui paketnya yaitu, MS Windows 3.11, MS Windows NT yang melegenda dan mudah dalam pengaturannya karena berbasis GUI meskipun tetap menawarkan bentuk text.
Apple, meskipun berbasi grafis atau full GUI untuk desktopnya, tetapi untuk server penulis masih menganggap misteri karena belum pernah tahu apakah berbasi text atau juga sudah GUI.
Bagaimana dengan sekarang?? Bolehlah tersenyum, bahkan kita bisa tertawa melihat tampilan desktop/server Linux. Wow, Amazing, meminjam istilah Tukul Arwana. Tampilan Desktop Linux berbagai Distro setara dengan Apple Mac, hal ini karena source codenya berbasis sama yaitu UNIX.
Windows, masih saja menjadi tolok ukur karena sistem operasi ini menawarkan kemudahan, kesederhanaan dalam pengoperasian meskipun sebenarnya rumit ketika berhadapan pada kestabilan. Linux bagaimanapun menawarkan kesederhanaan dalam hal perawatan dan kestabilan sistem. Perbedaan utama antara Linux dengan MS Windows adalah
- Opensource and Free Distribution
- Desktop / Server
- Free Update
- Customized
Masa depan adalah OS dengan kreativitas yang mengalir dari user bukan sekedar dari the maker. Linux menjadi lahan kreativitas yang luar biasa bagi para pengikutnya yang baru bergabung ataupun yang sudah lama. Kemudahan dalam memodifikasi meskipun perlu trik dan beragam cara tapi rasa penasaran yang luar biasa membuat Linux ini tetap bertahan dan terus berkembang seiring perkembangan jaman. Tidak mudah, bahkan saya pun, setelah merasa bosan akhirnya kembali lagi ke Linux karena selain pekerjaan juga karena tantangan yang makin menantang. Ibarat bermain catur, tak ada yang pernah sama dalam melangkah dan akhir dari melangkah. Dengan kata lain, meskipun langkah awal yang digunakan sama tetap saja langkah berikutnya dan di akhir penantian tetaplah berbeda.
Cara terbaik mempelajarinya adalah dengan mencobanya. Kemudian mengkonfigurasinya. Lantas, menguji konfigurasi tersebut. Sedikit ribet tapi lambat laun akan terasa asyik dan menyenangkan. Metode konfigurasi yang terstruktur dan teratur membuat mudah dalam menelusuri kesalahan yang dibuat.
- Cari dan download file .iso dari Linux yang ingin diinstall.
- Burn file .iso, biasanya sekarang perlu dvd
- Siapkan PC atau Laptop, jangan lupa catat spesifikasi dan baca pentunjuk di Linux yang akan diinstall
- Download semua informasi yang berkaitan tentan install dan konfigurasi yang diinginkan
- Kopi, Teh, Camilan sebagai teman.
- Let’s get rocking to install.
Testbed : PC Intel/AMD/Xeon
Distro : Debian 6, Redhat 9, Fedora 4/14, Slackware 12, Vector Linux 5
Result : Success