Di kalangan desainer desain grafis, kata SVG sudah mulai lazim terdengar. Jika Anda masih berada di tahun 2008 bahkan 2015-an, kata tersebut masih asing apalagi yang terbiasa kerja dengan software Adobe Illustrator. Beda dengan yang terbiasa kerja menggunakan software CorelDraw atau InkScape.
Ya, kali ini saya ingin membahas sedikit yang saya ketahui tentang SVG dan bagaimana caranya walaupun Anda mungkin masih menggunakan Adobe Ai versi lama sebelum CS6 atau CC. Sebenarnya, SVG ini tidak populer di awalnya karena para pekerja desain grafis menikmati file dengan ekstensi *.gif, *.bmp, *.jpg, *.png dengan mulai meninggalkan *.bmp dan *.gif. Yang menjadi persoalan adalah resolusinya yang jika “ditarik” jadi blur. Istilah ditarik dalam benak para desainer grafis adalah file atau gambar dapat diperbesar dan diperkecil dan dipasang di web. Hasilnya? Berantakan.
Bagaimana jika diperbesar resolusinya? Besaran file-nya jadi membesar dan tidak jaminan kualitas gambar tetap bagus apalagi jika file dasarnya resolusinya adalah kelas web yaitu 72 Dpi atau paing tinggi 150 Dpi. Jika file desainnya adalah 300 Dpi maka biasanya ukuran dimensinya yang jadi masalah. Hehehe. Pokoknya ribet lah.
Biasanya, persoalan beginian, cerita dari pengantar di atas tadi adalah desain yang berjenis vektor, bukan image/bitmap. Sudah medesain logo yang keren, bagus, ciamik, ketika dikirim ke client/customer atau di-embed sebagai icon di web, kok jadi blur. Ketika dipaksakan dengan resolusi tinggi, filenya jadi terlalu besar untuk kelas icon di web. Kalo dikirimkan dalam bentuk file asli, belum tentu client/customer bisa membukanya karena ekstensi file pasti *.cdr dan atau *.ai dan yang pasti wassalaam.
Pertanyaan berikutnya adalah bisa gak gambarnya tuh ditarik sana-sini dan bisa ngikutin pola di website yang mengecil dan lentur dengan file eh kualitas gambar seperti untuk logo tetap tajam seperti layaknya gambar jenis vektor? Atau, kita kirimkan desain logo dengan kualitas vektor dan client/customer dapat membuka langsung dengan aplikasi browser ambil contoh Chrome atau Opera? Tanpa harus kirim file ekstensi *.cdr/*.ai dan tanpa perlu client/customer harus install aplikasi desain grafis?
SVG, jawabannya. Scalable Vector Graphics, atau terjemahan singkatnya adalah gambar vektor yang bisa ditarik-tarik. Langsung saja dicoba dan dipraktekkan.
- Corel Draw :
Aplikasi desain Corel Draw sudah sejak lama menerapkannya, seingat saya sejak X4 (atau bahkan X3, saya lupa). Favorit aplikasi desain grafis yang paling enak buat bikin layout. Kita lanjut ke pembahasan. Silahkan desain logo atau apapun misalnya kartu undangan, kartu nama atau ilustrasi seperti sketsa merpati, lengkapi dengan warna yang disukai. Save supaya file tersimpan dan dapat diedit. Langkah selanjutnya adalah Export :: File -> Export -> SVG
Silahkan fle yang sudah memiliki ekstensi *.svg dapat digunakan. Misalnya ingin membuka file tersebut, buka browser : Opera, Firefox, Chrome, Explore/Edge, kemudian File -> Open -> *.svg (file dengan ekstensi svg yang baru saja dibuat). Atau, klik kanan file *.svg pilih Open With -> Firefox/Opera/Chrome/Explorer dan atau lainnya.
- Adobe Ai :
Aplikasi Adobe Illustrator atau Ai, paling nyaman buat bikin logo terutama dengan pola lengkung yang rumit. Tools-nya simple dan gak rumit. Aplikasi ini terhitung belum lama memberikan fasilitas untuk membuat file desain dengan ekstensi *.svg dibandingkan dengan aplikasi pesaing. Sejak CS6 dan CC, terdapat fasilitas dan ternyata sesuai dengan filosofinya yaitu simple, dan cukup dengan Save As. hehehehe
Caranya gampang banget buat yang sudah pakai CS6/CC, file desain yang Anda miliki apalagi yang sudah tersimpan dengan ekstensi default *.Ai, cukup di- Save as, yaitu, File -> Save As -> SVG/SVG2 kemudian file yang sudah tersimpan (*.svg) dapat langsung dibuka menggunakan browser seperti langkah sebelumnya di atas.
Bagaimana dengan Adobe Ai versi lama, misalnya Adobe Ai CS3/CS4/CS5?
- Buka file *.ai dan Save As tetap dengan tipe Ai (disarankan menggunakan nama file yang baru) dan pilih versi Ai yang lama : Save As -> *.Ai -> Versions -> Illustrator 3 atau Illustrator 8
- Buka aplikasi Corel Draw : Open (file *.Ai [illustrator 3] tersebut).
- Ekspor ke SVG : File -> Export -> SVG
- Buka Browser dan Open File *.svg yang baru saja dibuat.
Gimana teman-teman? mudah kan? gak runyam lagi kan mau kasih unjuk ke client/customer file desain tipe vektor yang sudah cantik n capek bikinnya? hehehe. Kalo masih pakai Adobe Ai yang versi lama, gak usah sedih. Masih ada Corel Draw buat bikin file SVG. kalo kena lisensi? Download aja InkScape. Free n sudah tersedia fasilitas Export to SVG.
Sampai ketemu lagi di tulisan berikutnya. Moga bermanfaat.