Melanjutkan praktek konfigurasi MikroTik untuk Pemula, sekarang menuju bab terakhir yaitu MikroTik sebagai WiFi Hotspot secara sederhana. Fitur-fitur lainnya silahkan di-explore sesuai keinginan dan kebutuhan.
Peralatan perang yang disiapkan antara lain:
- MikroTik
- WinBox atau RouterOS (jika tidak punya hardware-nya): silahkan download di situs MikroTik
- PC/Laptop sebagai media untuk mengkonfigurasi
- Kabel LAN
Mari dimulai saja ngopreknya. Siapkan perangkatnya: MikroTik, PC/Laptop, Kabel LAN (UTP + RJ-45) dan cemilan n air minum sepuasnya.

Masih ingat dengan skema dasar di atas? Sekarang yang akan difungsikan MikroTik sebagai WiFi (Hotspot) Router dengan alur diagramnya adalah B – C – D.
Nah, kira-kira seperti itulah skemanya. Jadi, langsung saja dengan asumsi sudah membaca tutorial sebelumnya bahwa si MikroTik ini berfungsi sebagai Router dengan segala macam kemampuannya termasuk blocking dan limiter bandwidth (khusus yang ini, silahkan explore sendiri hehehe). Internet dari ISP (provider boleh yang bayar pake pulsa atau langganan) masuk eh, menuju ke MikroTik, kemudian disebar (sharing) ke Client atau perangkat lain melalui jalur Kabel LAN maupun Hotspot (WiFi). Nah, dari ISP menuju ke MikroTik melalui
- LAN Cable (UTP + RJ45)
- USB Connector (tidak dibahas karena prinsipnya sama dengan LAN Cable)
Materi yang akan dibahas sekarang adalah melalui LAN Cable, begitu juga dengan media penyebarannya ke PC/Laptop dan Smartphone atau hape, yaitu melalui LAN Cable dan WiFi sebagai Hotspot.

Skema dan fokus kita ke gambar di atas persis ini. MikroTik sebagai Router dan mendapatkan koneksi internetnya melalui melalui Kabel LAN yang umumnya menggunakan Laptop atau PC. Nantinya, dari MikroTik, akan disebar (broadcast) melalui WiFi Hotspot (wlan1) sebagai media penyebarannya. Koneksi via kabel LAN hanya untuk konfigurasi saja.
MikroTik yang sudah terhubung ke Laptop/PC dapat dikonfigurasi dengan membuka software RouterOS melalui aplikasi WinBox seperti terlihat di gambar atas. Arahkan cursor ke Kolom Mac Address di bagian kanan bawah dan klik untuk memastikan koneksi via MAC Address. Kemudian, masukkan user login
- Login : admin
- Password :
Default IP Address MikroTik (setelah RESET): 192.168.88.1 atau 0.0.0.0, oleh karena itu pastikan MikroTik sudah reset atau belum.

Jika berhasil maka tampilannya menjadi seperti di atas. Klik Remove Configuration supaya konfigurasi menjadi bersih dan siap dikonfigurasi sesuai kebutuhan.

Silahkan masuk ke menu System dan masuk ke sub menu Users. Tambahkan nama user baru dan sesuaikn group ke posisi FULL.

Setelah selesai, masuk ke menu System, kemudian masuk ke sub menu Identify untuk mengganti nama unit atau perangkat MikroTik. Silahkan ganti nama mikrotiknya dengan yang lebih mudah diingat.
Untuk memastikan perubahan user login dan nama perangkat telah berubah, lakukan Disconnect perangkat. Masuk lagi dengan user lagin yang baru.
Setup IP DNS via LAN (ether1) dan Mengaktifkan WAN (wlan1)

Masuk ke menu Interfaces dan lihat di baris paling bawah, terlihat interface wlan1 masih disable. Klik kanan di interface wlan1 dan klik ENABLE.

Sekarang, wlan1 sudah aktif yang ditandai dengan warna biru.

Masuk ke Menu IP > DHCP Client (perhatikan gambar di atas)
- Klik tanda +
- Sub Menu Interface : ether1
- Klik Apply
- OK
Hasilnya adalah seperti gambar di bawah ini.

Gambar di atas adalah screenshot koneksi antara MikroTik dengan ISP melalui Kabel LAN (ether1). Perhatikan Statusnya adalah BOUND dengan IP DNS yang diperoleh adalah 192.168.2.253 (IP DNS berbeda untuk ISP berbeda)
Setup IP Address LAN (ether2) dan WAN (wlan1)
Kita lanjut ke langkah berikutnya, yaitu konfigurasi LAN (ether2) dan WAN (wlan1) dengan memberikan IP Address masing-masing. Klik + (tanda plus) yang berada di sebelah kiri sebelah tanda D pada gambar di atas.

Gambar di atas adalah langkah yang harus dilakukan. (Menu IP > Addresses)
- Klik tanda +
- KLik Interface, Pilih ether2
- Tuliskan IP Address yang ditentukan, contoh: 192.168.3.1/24
- Apply
- OK
Langkah selanjutnya adalah memberikan IP Address untuk interface wlan1 sebagai port WAN yang nantinya akan difungsikan sebagai WiFi Hotspot.

- Klik tanda +
- KLik Interface, Pilih wlan1
- Tuliskan IP Address yang ditentukan, contoh: 10.10.10.1/24
- Apply
- OK
Setup DNS
Langkah berikutnya adalah konfigurasi DNS Server MikroTik. Masuk ke Menu IP > DNS

Gambar screenshot di atas adalah menu DNS yang memberikan data DNS secara dinamis (Dynamic). Kita bisa menambahkan data DNS sehingga menjadi statik atau tetap.

Perhatikan gambar di atas,
- CHECK Allow Remote Requests
- Klik icon panah yang menghadap ke bawah
- Tulis atau ketikkan IP sesuai dengan IP yang tertera di Dynamic Servers
- Klik Apply
- OK
Setup Routing
Setelah DNS selesai dikonfigurasi maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi sistem routing yang di MikroTik disebut ROUTES.

Klik Menu IP > ROUTES, kemudian Klik tanda +

Perhatikan gambar di atas.
- Klik Gateway
- Pilih ether1
- Klik Apply
- OK

Untuk mendapatkan kepastian apakah koneksi internet melalui DNS sudah terkoneksi atau belum maka perlu dicoba melalui TERMINAL.
- Klik Menu New Terminal
- Tulis atau ketikkan: ping DNS (Dynamic Servers) | ping 192.168.2.1
- Tulis atau ketikkan: ping DNS lainnya | ping 192.168.132.190
- Perhatikan hasilnya: Reply atau Hostname Unreachable
- Jika Reply, berarti sukses terkoneksi ke DNS ISP.
Setup DHCP Server IP LAN (ether2) dan WAN (wlan1)
Setelah menentukan IP Address LAN, langkah berikutnya adalah mengatur IP Address yang diberikan ke Client supaya terhubung ke MikroTik secara otomatis tanpa harus menuliskan di komputer/perangkat (PC Client (via kabel LAN maupun via WAN). Fitur tersebut adalah DHCP Server yang langkah pengaturannya seperti berikut.

Klik menu IP > DHCP Server, dan Klik DHCP Setup seperti terlihat di gambar di atas.
- Pilih Interface untuk DHCP Server yang diaktifkan yaitu: ether2
- Klik Next

Selanjutnya adalah Klik NEXT hingga selesai. Dan, hasil akhirnya terlihat di gambar di atas.

Setup NAT [Firewall]
Network Address Translation atau NAT adalah fitur berikutnya yang harus dikonfigurasi.

- Masuk ke Menu IP > Firewall
- Klik Sub Window Tab > NAT
- Klik tanda +

- Masuk ke Window Tab > GENERAL
- Sub Menu CHAIN : srcnat
- Sub Menu Out. Interface : ether1
- Pindah ke Sub Window Tab > ACTION
- Sub menu Action : MASQUERADE
- Klik Apply
- OK
Untuk memastikan apakah sudah dapat terkoneksi internet melalui browser, silahkan buka browsernya, dan hasilnya seperti berikut.

Setup WiFi Hotspot (wlan1)
Selanjutnya adalah bagian yang paling ditunggu-tunggu yaitu WiFi Hotspot.

- Klik Menu WIRELESS
- Window Tab WiFi Interface > Klik Ganda (Double Click) wlan1
- Sub Window Tab Wireless > Mode > Pilih AP BRIDGE
- Klik Apply
- OK


- Klik Sub Menu Tab > SECURITY PROFILE
- Window Tab > GENERAL > Name > DEFAULT
- Window Tab > GENERAL > Mode > DYNAMIC KEYS
- Authentication Types > Check WPA/PSK + WPA2 PSK
- WPA Pre-Shared Key : ****** (isikan password yang diinginkan)
- WPA2 Pre-Shared Key : ****** (isikan password yang diinginkan) dan harus sama
- Klik Apply
- OK
Sekarang WiFi Hotspot sudah bisa digunakan. Silahkan atur Setting di smartphone atau Laptop. Pilih ID WiFi Hotspot dan masukkan password yang sudah ditulis tadi.

Tahap akhir adalah melihat status DHCP Leases apakah sudah ada yang terkoneksi seperti terlihat di gambar atas.
Untuk tes koneksi dari MikroTik ke DNS, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, masuk ke menu New Terminal.

Hasil dari uji koneksi ke DNS adalah REPLY. Selanjutnya adalah uji koneksi MikroTik ke Client dan sebaliknya termasuk Client sudah bisa terkoneksi ke DNS.

Tampilan screenshot di atas terdiri dari dua gambar. Tampilan dengan latar belakang putih merupakan New Terminal di perangkat MikroTik. Hasil uji koneksinya adalah REPLY.
Gambar dengan latar belakang hitam merupakan tampilan Command Prompt di OS Windows. Uji koneksi dari Client ke MikroTik juga sudah REPLY.

Gambar di atas adalah uji koneksi internet melalui Browser.
Finish.
TestBed in Device : MikroTIk 951Ui-2HnD (2 units) OS Device : WinBox 64 bit Laptop : Sony Vaio OS : Windows 7 Connection : UTP and Wifi Accessed by Tethering Labs : SMK INTEK at Cibubur and Home Lab at Pamulang Docs in PDF : basic-mikrotik | QC-MikroTik Documentation by : @jbudipurnomo