Sesuai dengan janji saya sebelumnya, kali ini saya akan berbagi pengetahuan dan dokumen yang sudah diimplementasikan di SMK terutama jurusan TKJ. Di SMK secara umum disebut dengan Modul Ajar, tetapi kali ini sesuai dengan tema tentang QC maka saya lebih memilih dengan kalimat Standard Operational Procedure atau SOP. Lantas, dokumen Lembar Kerja Siswa, saya lebih memilih menyebutnya dengan QC Worksheet dan yang terakhir lembar penilaian dan merupakan satu kesatuan dengan Worksheet, saya menyebutnya dengan QC Assessment.
Konsep
Secara umum materi pelajaran di SMK dibagi menjadi dua bagian utama yaitu materi Normatif dan materi Produktif. Fokus pembahasan kali ini adalah jurusan TKJ meskipun dapat diterapkan di jurusan lainnya bahkan termasuk Multimedia maupun Animasi, Broadcast, dll. Sebenarnya dasar dari SOP dan QC ini adalah berasalah dari perusahaan manufaktur sehingga untuk jurusan yang berhubungan dengan Mekanika dan Fabrikasi tentunya lebih mudah.
Mengapa dipilih TKJ? Hal tersebut karena jurusan ini memerlukan kepastian dalam mengukur tingkat kompetensi dasar yang harus memiliki tingkat validitas standar dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu menurut saya banyak hal unik dan menarik untuk diterapkan sistem QC di jurusan TKJ ini meskipun harus mengorbankan beberapa produk pengujian yang harus disesuaikan yaitu LKS yang selama ini beredar dan digunakan.
Tujuan utama memperkenalkan sistem QC ini untuk membuat SOP, Woksheet dan Assessment adalah menyesuaikan dengan kemampuan setiap Guru untuk menerapkan (mengaplikasikan) setiap materi Produktif yang telah diajarkan. Sehingga, SOP, Worksheet dan Assessment menyesuaikan dengan materi yang telah diajarkan sesuai dengan kemampuan dan keadaan Guru dan Siswa. Setiap SOP akan menjadi Modul Ajar Standar dan didokumentasi dengan rapi yang nantinya menjadi sebuah Buku Ajar di SMK yang menjadi tempat mengajar dan belajar. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap buku ajar dan LKS yang tidak atau belum menyesuaikan dengan keadaan di SMK setempat,
SOP: Standard Operational Procedures
Di Pabrik, SOP adalah buku tuntunan, buku petunjuk wajib yang harus dibaca dan dilaksanakan oleh setiap staf/karyawan sesuai dengan bidang masing-masing. Setiap SOP tersebut terdiri dari SOP Umum dan SOP Khusus. Nah, bagaimana dengan di SMK jurusan TKJ? Sama saja. Buku Mata Pelajaran boleh saja disebut dengan SOP Umum karena terdiri dari Teori dan Petunjuk Praktek sedangkan Modul Ajar disebut dengan SOP Khusus. Mari kita batasi pembahasan hanya dengan satu istilah saja yaitu SOP. Dasar pemikiran dan pelaksanaan di Perusahaan Manufaktur dipindah ke SMK sebagai lembaga resmi pelatihan calon profesional ketika mereka nanti Lulus.
SOP atau Modul Ajar dimaksud adalah petunjuk praktis dan standar dari suatu materi praktek yang memenuhi standar atau kepastian dari pelaksanaannya. Teratur, terstruktur, mudah dibaca, mudah diterapkan/dipraktekkan dan dilakukan berulang-ulang hingga mahir. Penulisan SOP ini dilakukan oleh setiap Guru atau pemateri yang sudah mempraktekkan materi tersebut sebelumnya dan sudah berhasil serta sudah dilakukan berulang kali dengan hasil yang sama.
Dokumen SOP yang baik adalah SOP yang dapat diperbarui dan adaptif. Contohnya, jika dalam pelaksanaan atau pembuatan SOP terdapat beberapa kesalahan karena kendala peralatan atau kelalaian maka SOP tersebut sesegera mungkin diperbaiki atau direvisi kemudian diterbitkan atau dibakukan dan diterapkan. Langkah terbaik adalah setiap Guru atau Pemateri mencatat langkah-langkah ketika melakukan percobaan tentang perakitan PC. Jika sudah berhasil dan kemudian dilakukan proses install OS Winows (misalnya) hingga berhasil maka langkah-langkah tersebut dicatat untuk selanjutnya diulang dari awal untuk membuktikan bahwa langkah-langkah yang sudah dicatat adalah benar hingga berhasil seperti sebelumnya. Lakukan hal tersebut tiga hingga empat kali untuk memastikan tidak ada yang terlewat, jika terdapat kesalahan atau kekurangan segera ditambahkan pada pencatatan tersebut.
Setelah diperoleh kepastian bahwa langkah-langkah tadi sudah benar maka selanjutnya adalah menyusun langkah tersebut dengan rapi dan terstruktur sehingga menjadi sebuah dokumen SOP yang baku. Dokumen SOP yang baru ini kemudian dibagikan ke siswa untuk dipraktekkan oleh mereka masing-masing. Setiap siswa akan mencatat langkah-langkahnya sehingga memiliki dokumen perakitan dan install sendiri sesuai dengan pengalaman yang dilalui selama praktek. Setiap kejadian atau keadaan yang berbeda wajib dicatat sebagai bahan revisi dokumen SOP standar.
QC Worksheet
Tahapan penting setelah SOP adalah lembar kerja sebagai bagian penting dari sistem pengujian dan sistem kontrol kerja staf/karyawan di perusahaan. Nah, untuk di lingkungan SMK, lembar kerja ini merupakan sarana untuk mengenali sekaligus menguji seberapa mengerti, paham dan mampu mereka atau para siswa mengerjakan praktek sesuai SOP.
Lembar Kerja yang dimaksud dan diinginkan sesuai dengan standar kerja adalah lembar kerja yang sesuai dengan SOP sebagai pedoman pelaksanaan kerja/praktek. Urutan pekerjaannya pun mengikuti dan menyesuaikan dengan langkah-langkah di dalam SOP. Jadi, sebenarnya, QC Worksheet ini adalah lembar kerja yang memuat instruksi dan isian yang harus diisi oleh peserta atau siswa ketika melakukan praktek berdasarkan SOP yang dibaca. Hasil dari praktek kemudian ditulis di lembar QC Worksheet tersebut. Penguji nantinya akan memeriksa dan memastikan apakah sudah dilakukan sesuai dengan SOP atau tidak.
Banyak hal yang menjadi kendala dalam membuat QC Worksheet ini karena tidak menyandarkan pada SOP yang telah dibuat. Atau, SOP yang dibuat dan sudah dipraktekkan kemudian lembar kerjanya (QC Worksheet) menggunakan yang sudah jadi dan pastinya berbeda dengan SOP yang dibuat secara mandiri. Oleh karena itu, QC Worksheet baru bisa dibuat/dirancang setelah SOP dibuat dan dipraktekkan kemudian dijadikan standar kerja atau standar praktek siswa. Jika SOP sudah dipraktekkan dan sesuai dengan yang diinginkan maka langkah selanjutnya adalah membuat QC Worksheet sebagai lembar kerjanya sekaligus sebagai lembar pengujian standar kerja berdasarkan SOP yang sudah dibuat dan menjadi pedoman praktek/kerja.
Kesalahan berikutnya yang sering terjadi adalah membuat QC Worksheet tanpa membuat SOP atau berbeda dengan SOP-nya. Hal ini sering terjadi karena SOP cukup seadanya dan dapat menggunakan perintah secara verbal atau melalui suara (mulut). Sebenarnya tidak menjadi masalah selama hal tersebut berjalan sesuai dengan keinginan, namun demikian standar kerja/prakteknya menjadi pertanyaan apakah memenuhi kesamaan kualitas antara siswa yang praktek. SOP seharusnya ditulis untuk menghindari kesalahan dasar yaitu lupa atau berbeda langkah.
QC Worksheet yang tanpa dasar SOP pada akhirnya menjadi sia-sia karena bekerja/praktek tanpa dasar/petunjuk kemudian mengisi lembar kerja sebagai pertanggungjawaban pekerjaan yang setiap isiannya cenderung berbedbeda pemahamannya satu sama lain. Bisa saja QC Worksheet pada akhirnya menjadi sumber masalah karena validitas kualitasnya menjadi tidak sesuai standar yang diinginkan.
Lembar kerja atau QC Workheet ini seharusnya menjadi Benchmark setiap siswa yang mengerjakan/praktek sesuai dengan SOP sehingga tingkat kecurangannya menjadi minimal dan kualitas kerja memenuhi standar kualitas yang tinggi. Dengan demikian tidak ada lagi diskriminasi terhadap siswa karena semuanya adalah sama dan yang membedakan adalah proses kerja/praktek dan hasil kerja/praktek.
Di lembar kerja QC Worksheet ini disertakan pula isian tentang Troubleshooting yang terdiri dari Problems dan Penyelesaiannya. Dan yang terakhir adalah Resume & Recommendations dan Reports Description. Pada bagian akhir adalah pencatatan dokumentasi praktek dan tanda tangan dari pelaksana praktek dan pengawas/penguji.
QC Assessment
Lembar Penilaian Kerja/Praktek merupakan lembar penilaian dari hasil kerja/praktek siswa berdasarkan pada lembar QC Worksheet. Hasil konfirmasi dari pekerjaan/praktek yang telah dilakukan dokumentasinya dan diverifikasi sesuai SOP itulah yang tertera di lembar QC Assessment. Secara sederhana adalah bahwa QC Assessment ini merupakan lembar konfirmasi atau tahap konfirmasi dari QC Worksheet yang sudah diverifikasi oleh penguji sesuai dengan SOP sebagai pedoman kerja/praktek.
Validitasnya berupa nilai atau angka yang menunjukkan unjuk kerja/praktek tahap demi tahap sesuai dengan SOP dan yang tercatat/terdokumentasi di QC Worksheet. Oleh karena itu, kesesuaian antara SOP, QC Worksheet dan QC Assessment menjadi penting dan tidak terpisah, saling terkait namun berdiri sendiri dari masing-masing QC tersebut antara SOP, QC Worksheet dan QC Assessment.
Hasil akhir dari QC Assessment ini berupa nilai sehingga dapat menjadi dasar dari standar kelulusan siswa terhadap materi praktek dimaksud. Dengan demikian dapat dikeluarkan sertifikat kelulusan materi praktek berdasarkan pada hasil kerja/praktek sesuai dengan SOP dan diverfikasi melalui QC Worksheet dan dikonfirmasi penilaiannya melalui QC Assessment.
Dengan menerapkan sistem standar QC secara lengkap: SOP, QC Worksheet dan QC Assessment maka diperoleh kualitas kerja/praktek yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Selain daripada itu, sistem QC ini menjadi dasar pelatihan bagi siswa bekerja/praktek secara profesional.
TERAPAN SOP
Ok, kita lanjut ke tahap berikutnya yaitu SOP hasil dari praktek yang kemudian dibakukan menjadi pedoman belajar untuk Siswa atau siapa saja yang ingin belajar. Salah satu contoh SOP yang sudah saya bikin adalah tentang Local Area Network, materi ini gampang dan susah. Teori, analisa, perhitungan secara matematis, fisika, elektronika dan implementasinya termasuk analisisnya susah dipahami untuk kalangan awam apalagi pelajar bahkan yang mahasiswa S2 sekalipun masih belum paham.
Pembahasan atau belajar tentang LAN memang rumit dan berat apalagi kalau sudah masuk ke ranah penerapan di lapangan yang pada akhirnya nantinya harus belajar tentang estetika interior, eksterior termasuk pemasangan di dalam gedung dan luar gedung. Hal-hal di luar teknis sebenarnya nanti dijelaskan kemudian sesuai dengan pengalaman dari masing-masing pemateri/Guru/Dosen dengan tetap pada kaidah keilmuan yang ada seperti ilmu estetika, ilmu ruang dan lain sebagainya.
Baiklah kita kembali ke materi SOP. Membahas tentang LAN tidak mudah tetapi juga tidak sulit. Hehehe. Menyesuaikan dengan kebutuhan saja di lapangan atau dunia kerja. Kebutuhan pekerjaan LAN yang paling utama adalah memahami konsep LAN, pengetahuan IP Address, crimping kabel LAN (RJ-45/FO) dan perhitungan IP Subnetting. Hal lainnya sudah termasuk ranah Administrasi Sistem Server seperti DHCP, VLAN, Blocking IP, Firewall, Sniffing, dan masih seabrek lainnya.
Untuk materi di SMK jurusan TKJ saya membaginya menjadi tiga bagian yaitu Konsep LAN yang terdiri dari skema topologi jaringan, Konversi Bilangan (Desimal, Biner, Hexadesimal) dan IP Address, Dasar Perhitungan Subnetting & Crimping. Secara umum materi ini diberikan sejak dari awal yaitu semester 1 hingga semester 6 dan diulang-ulang untuk penyegaran. Nah, secara intensifnya cukup tiga bulan awal atau maksimal dua belas kali pertemuan sebelum masuk tengah semester.
Selanjutnya cukup dengan pengulangan maksimal tiga kali pertemuan atau penyisipan materi di penyajian materi lainnya. Misalnya pembahasan tentang Administrasi Web Server, materi LAN tetap bisa disisipkan atau materi tentang implementasi LAN salah satunya pemasangan kabel LAN untuk indoor maupun outdoor.
Materi-materi ii sudah saya sesuaikan dengan kondisi di SMK jurusan TKJ secara umum dengan fasilitas paling minimal dan sengaja di judulnya tidak saya cantumkan nama sekolah supaya materi dalam bentuk pdf ini dapat dipergunakan lebih bebas. Kritik dan saran silahkan disampaikn dan materi ini bebas untuk dikembangkan dan disesuaikan di sekolah masing-masing.
LAN DASAR 1 : KONSEP DAN TEORI DASAR
Saya akan membagikannya dalam bentuk PDF dan silahkan didownload, dipelajari dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa lembar contoh akan ditampilkan dalam bentuk gambar (jpg).


File PDF : Basic_Network_and_Binary_Conversion_1 (PDF)
LAN DASAR 2 : KONVERSI BINER
SOP berikutnya adalah Konversi Bilangan Desimal, Biner dan Hexadesimal. Saya telah merangkum dari beberapa artikel dan mencobanya beberapa kali hingga diperoleh metode yang paling efektif. Mungkin beberapa pembaca punya cara lain, tidak masalah karena berkaitan dengan cara berpikir dan metode berpikir yang setiap orang berbeda.
Konversi bilangan ini yang paling penting adalah pemahaman tentang bilangan, perpangkatan dan penerapannya untuk IP Address. Perpangkatan dimulai pangkat nol, pangkat satu, pangkat dua dan seterusnya. SOP atau materi ajar Konversi Bilangan ini sudah dalam bentuk PDF dan silahkan di-download untuk dipelajari, disesuaikan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa halaman akan ditampilkan dalam bentuk JPG.

File PDF: Basic_Network_and_Binary_Conversion_2 (PDF)
LAN DASAR 3 : IP SUBNETTING
Bagian paling menarik dari materi LAN adalah implementasinya yaitu IP Address dan Subnetting. Saya membatasi pembahasan atau penulisan materi SOP ini untuk Class C saja karena menjadi dasar belajar dan paling mudah dipelajari dan dipahami untuk diterapkan. Seperti SOP sebelumnya bahwa materi ketiga ini merupakan rangkuman dari beberapa artikel termasuk buku tentang IP Address dan Subnetting.
Setelah melalui beberapa kali kegagalan, kebingungan dan keberhasilan akhirnya diperoleh cara mempelajarinya dengan metode belajar yang paling efektif dan efisien. Modifikasi rumus akhrinya diperlukan supaya mudah menerapkannya. Pemahaman IP Address dan konversi bilangan adalah yang paling utama untuk langkah awal mempelajari IP Address & Subnetting.
Rangkuman yang menjadi SOP ini sudah tersedia dalam bentuk PDF dan beberapa ditampilkan dalam bentuk gambar JPG.

File PDF: Basic_Network_and_Binary_Conversion_3 (PDF)
TERAPAN QC WORKSHEET
Verifikasi pekerjaan/praktek selain meilhat hasil pencatatan/dokumentasi juga dilakukan uji secara verbal apakah sudah dilakukan sesuai SOP. Atau, bisa saja diajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendukung proses verifikasi pekerjaan/praktek.
Saya membuat lembar QC Worksheet ini menggunakan aplikasi Word (MS Office) dan disesuaikan dengan SOP yang sudah dibuat dan lingkup pekerjaan/implementasinya. Tentunya setelah dipelajari alangkah baiknya membuat ulang dan disesuaikan dengan kondisi di lingkungan belajar masing-masing.
Dari tiga materi ajar atau SOP cukup dibuat satu file QC Worksheet yang terdiri dari beberapa halaman yang mengindikasikan kemampuan peserta mempelajari LAN dan Konversi Bilangan. Diperlukan uji coba beberapa kali hingga mendapatkan metode uji praktek, verbal dan dokumentasi yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi, bisa saja lembar QC Worksheet yang saya bagikan di sini tidak sesuai karena keinginan dari Guru Pengampunya tidak seperti yang diingikan dan diangankan.
Pada prinsipnya, lembar QC Worksheet dapat dibuat sesuai selera dan harus sesuai dengan SOP yang dibuat terlebih dahulu. Isi atau materi QC Worksheet adalah tentang teori LAN yaitu topologi LAN, kemudian IP Address, konversi Desimal ke Biner, IP Subneeting dan implementasinya terhadap skema LAN yang akan diterapkan di lapangan.
QC WORKSHEET FOR NETWORK SYSTEM ANALYSIS
Materi uji di QC Worksheet ini adalah kemampuan siswa/peserta mempelajari dan memahami tentang LAN, Konversi Bilangan, IP Address & Subnetting dan penerapannya. Untuk pengujiannya dapat dilakukan dengan sistem undian soal sehingga setiap peserta mendapatkan soal yang berbeda urutannya misalnya tentang topologi, contohnya adalah siswa/peserta mengerjakan jenis topologinya berdasarkan undian soal yang dibagikan/diterima. Bisa saja siswa/peserta A soal pertama adalah topologi RING, siswa/peserta B soal pertamanya adalah topologi MESH.
Begitu juga dengan uji berikutnya yaitu konversi bilangan IP Address ke bilangan Binernya, yaitu setiap peserta/siswa mendapatkan IP Address yang berbeda-beda sesuai dengan unidan soal yang diterima/dipilihnya. Tahap berikutnya adalah tentang Subnetting dan Implementasinya.
Berikut saya tampilkan dalam bentuk gambar dan file PDF


File PDF: QC-NETWORK-ANALYSIS-WORKSHEET (PDF)
TERAPAN QC ASSESSMENT
Tahap akhir adalah lembar QC Assessment. Lembar ini merupakan lembar konfirmasi berupa angka (nilai) yang menunjukkan kemampuan peserta/siswa dalam mempelajari dan memahami materi LAN & Implementasinya. Setiap uji yang dilalui memiliki bobot nilai yang berbeda dan diakumulasikan sehingga diperoleh total nilai yang diperoleh.
QC NETWORK SYSTEM ASSESSMENT
Berikut contoh lembar QC Assessment dalam bentuk gambar dan PDF.

File PDF: QC-NETWORK-SYSTEM-ASSESSMENT (PDF)
Penutup
Silahkan dipelajari dan tentunya materi ini yaitu QC untuk lingkungan SMK hanya salah satu contoh sederhana saja dari sistem QC industri yang sangat kompleks.
Link Referensi :
Implemented in: * SMK Bina Informatika, Bintaro: (SOP), 2012-2014. * SMP/SMA Rabbany, BSD : (SOP + QC Worksheet), 2015. * SMK Insan Teknologi, Jakarta: (SOP + QC Worksheet + QC Assessment), 2020-Now.