Adobe Photoshop.
Software ini memang powerfull. Luar biasa. Sejak awal kemunculannya memang sudah menghebohkan. Software ini dibuat untuk menandingi Corel Photopaint yang lebih dahulu ada dan sudah canggih pada saat itu. Ya. Perusahaan Adobe pertama kali menggebrak pasar software images tools dengan Photoshop, dan terdiri dari dua versi yaitu Adobe Photoshop for Mac dan Adobe Photoshop for Windows. Fasilitas plugin saat awal hingga sebelum seri CS memang sangat memanjakan pengguna Apple Mac.
Sejarah mencatat Release Photoshop terkenal dan menjadi platform Adobe Photoshop yaitu;
- Photoshop 5
- Photoshop 5.5
- Photoshop 7
- Adobe Photoshop CS
- Adobe Photoshop CS3
- Adobe Photoshop CS6
Penulis belajar menggunakan Photoshop awal adalah Photoshop 5 dan Photoshop 5.5 tahun 90-an pertengahan, antara 94-95. Itupun hanya sebatas buka, image setting dan close. Sudah segitu aja. Kemudian muncul Photoshop 7 tahun 1997 awal yang kemudian menjadi platform Photoshop 8, 9 dan Photoshop 10 alias Photoshop CS.
Tahun 2002 adalah awal perkenalan intensif dengan Photoshop 7 yang ternyata masih tetap digunakan bahkan hingga saat ini, tentunya dengan menyesuaikan spesifikasi unit PC terutama Pentium 1 hingga Pentium 3.
Kita tutup dulu sejarah itu. Masa lalu itu membuat kita jadi bersemangat menyambut hal baru.
Photoshop digunakan oleh hampir desainer pemula hingga kelas dunia untuk mendesain, me-retouch dan membuat hal yang paling sensasional sekalipun. Software pengolah gambar ini memang memiliki berbagai kelebihan yang bahkan hingga saat ini menjadi standar baku di dunia desain.
Apa yang harus kita lakukan untuk menguasai bahkan menaklukkan software ini?
Mempelajari Adobe Photoshop cukup dengan 4 hal
- Layer
- Path
- Canvas
- Channel
- + Resolution
Layer, Path, Canvas, Channel + Resolution, hanya 4 + 1. Bagaimana dengan yang lainnya? Blur, Stroke, Noise, dan lainnya? Itu semua tambahan yang menjadi rahasia setiap desainer termasuk Anda semua yang ingin belajar dan ingin menguasai Photoshop. Satu hal lagi, jangan lupa banyak baca referensi dari desainer Potoshop.
A. Layer
Layer atau lapisan, ini yang menurut penulis menjadi inti pertama menguasai Photoshop. Hal ini karena kita bekerja di layer, eksekusi di layer dan berakhir di layer sebelum di-save. Di layer ini kita berkreasi apapun, mewarnai, mengedit, memotong, men-copy, blur dan segalanya.
Sebagai pengingat saja, 1 layer = 1 warna = 1 objek.
Rumus tersebut di atas sebagai pedoman awal menguasai Photoshop.
B. Path
Path sering diabaikan bahkan cenderung dilupakan dan bergantung pada automatic wand. Padahal tool Path ini sebagai jembatan Anda menguasai Photoshop dengan RASA.Tools ini mengajari kita untuk mengedit dengan feel, atau touch grade to design. Langkah awal belajar feel touch adalah dengan me-retouch logo atau objek orang dalam suatu gambar.
Kemudian ikuti tepian logo atau objek orang atau objek lain yang ingin di-crop. Ikuti hingga bentuk mendekati hampir 90% sesuai dengan objek. Setelah itu barulah kita selection dan dicrop. Hasil crop haruslah mendekati sempurna seolah objek tersebut sama meski 5%-10% ada perbedaan.
C. Canvas
Photoshop sebenarnya adalah melukis dengan media layar monitor. Kuas kita adalah mouse, dan kanvasnya adalah monitor. Ukuran canvas dibatasi oleh panjang x lebar.
Ukuran ini bisa diperbesar atau diperkecil tanpa mengurangi ukuran objek. Hal ini berbeda dengan image setting yang berarti memperkecil semuanya karena berhubungan dengan resolusi image yang memiliki ukuran pixel/inch.
Kanvas lukisan apabila ingin mengubah berarti harus membeli dan menggantinya. Objek lukisan pun kita gambar lagi. Bagaimana dengan di Photoshop? Tentunya hanya memperbesar atau memperkecil ukurannya saja tanpa mengubah resolusi.
Bab Resolusi gambar akan dibahas di sesi terakhir supaya tidak semakin bingung.
D. Channel
Channel ini unik sekaligus membosankan tapi juga menantang. Hampir sama dengan Layer tapi channel dapat difungsikan sebagai media cropping, copying bahkan mentransform warna dari objek ke objek dalam satu layer atau beda layer.
Tools yang dimiliki Photoshop termasuk plugin menjadi powerful dengan mamnfaatkan Channel.
E. +Resolution
Hal yang sederhana tapi menentukan hasil yang Anda desain.
Resolusi di Photoshop itu ibarat selembar bidang yang terbuat dari karet.
Bidang gambar di Photoshop bisa diibaratkan selembar kain kanvas yang terbuat dari bahan karet padat. Tingkat kepadatan ini yang disebut dengan satuan pixel/inch.
Misalnya resolusi = 150 px/inch, ukuran bidang 100 x 200 pixel atau 150 x 300 cm.
Nih penjelasannya:
Ukuran bidang tersebut adalah ukuran kain kanvas yaitu panjangnya 100 pixel dan lebar 200 pixel atau ukuran panjangnya 150 cm dan lebarnya 300 cm. Tingkat kepadatan kain kanvas, atau ketebalan kain tersebut adalah terdiri dari 150 piksel (titik-titik gambar) per inch.
1 inch = 2.44 cm, berarti dengan ukuran 150 x 300 cm = 45000 cm persergi = 18442.62 inch persegi.
Terdiri dari berapa titik (dot) ? 150 x 18442.62 = 2 766 393 titik (dot) untuk ukuran bidang 150 x 300 cm.
Berarti semakin besar resolusinya maka semakin besar atau rapat kepadatannya. Bagaimana bila diperkecil atau dikecilkan ukurannya? Apa yang akan dikecilkan? Ukuran bidang gambar atau resolusinya (kepadatannya) ?
Di Photoshop ada Image Size dan Canvas Size sebagai fasilitasnya.
Image Size terdiri dari
- Pixel Dimension
- Document Size
- Resolution
Canvas Size terdiri dari : Panjang dan Lebar bidang gambar
Image Size : Pixel Dimension
Ukuran ini maksudnya adalah ukuran bidang gambar. Ketika diperkecil maka Document Size-pun ikut berubah. Ukurannya adalah proporsional sesuai yang sudah diatur secara default dari Adobe Photoshop. Resolusi masih tetap, berarti hanya bidang gambarnya saja yang diperkecil atau bidang gambar tersebut diciutkan dari ujung tepi bidang.
Maksudnya adalah bidang gambar diciutkan (dikecilkan) dengantingkat kepadatan masih tetap hanya bidang atau luasannya saja yang diperkecil. Apabila diperbesar berarti bidang gambar tersebut direnggangkan dengan kepadatan yang masih tetap sehingga kerapatan yang diharapkan cenderung kurang dengan bidang yang telah diperbesar.
Image Size : Document Size
Ukuran ini sama dengan di atas, bedanya adalah dalam ukuran yang dipilih yaitu cm atau yang lain menyesuaikan dengan standar dimensi bidang gambar. Resolusi tidak berubah.
Harus hati-hati dengan tools ini, pembesaran ukuran di Document Size maksudnya adalah memperbesar ukuran gambar dan objeknya yang apabila berlebihan berakibat warna menjadi kabur atau blur karena ukuran gambar menjadi lebih besar tetapi kerapatan tetap seperti bidang gambar yang direnggangkan dengan bahan yang masih sama.
Image Size : Resolution
Tools ini untuk mengubah ukuran resolusi atau kepadatan gambar yang berarti juga mempengaruhi ukuran Pixel Dimension tetapi tidak mengubah ukuran bidang gambar.
Ibaratnya adalah bila resolusi dikecilkan maka jumlah kerapatannya dikurangi, untuk ukuran bidang gambar yang ada. Bila diperbesar resolusinya berarti jumlah atau tingkat kerapatannya makin besar atau makin rapat.
Maksudnya adalah jika resolusi dikurangi berarti titik-titik kerapatan di bidang gambar tersebut dikurangi atau dicabut sejumlah yang diinginkan, misalnya awalnya adalah 150px/inch atau 150 piksel (titik-titik gambar) untuk 1 inch persegi kemudian dikurangi menjadi 100 px/inch atau 100 piksel (titik-titik gambar) untuk 1 inch persegi.
Begitu pula dengan sebaliknya. Semakin besar piksel maka menjadi semakin rapat.