Secara umum, SMK Jurusan Multimedia – RPL – TKJ membutuhkan Guru yang memiliki keahlian atau skill di atas rata-rata Guru secara umum. Hal tersebut karena didasarkan pada target yang tercantum di dalam kurikulum nasional tentang SMK. Sesuai dengna namanya yaitu mata pelajaran produktif, dan Guru pengampu mata pelajaran tersebut disebut Guru Produktif maka sudah selayaknya para guru produktif tersebut adalah sosok yang telam memiliki pengalaman di dunia kerja/industri sebelumnya dan atau masih aktif.
Keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja bukan sekedar keahlian/skill yang di atas rata-rata tetapi kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai target dan mampu menyelesaikan masalah jika terjadi kesalahan atau kegagalan dalam pekerjaan. Atas dasar inilah seharusnya guru-guru bidang produktif tidak lagi sekedar mengajarkan software tetapi praktek berbasis targeted project dan pengalaman-pengalaman kerja dan suka duka ketika menghadapi Customer, deadline serta kegagalan memenuhi tenggat waktu. Berbekal berbagi pengetahuan (knowledge sharing) siswa memiliki wawasan bahwa tujuan belajr di SMK tidak lagi sekedar masuk, buat tugas, dapat nilai, naik kelas, ujian dan lulus tetapi memiliki tujuan akhir yaitu masuk dunia kerja/industri dan atau membuka usaha/bisnis.
Tiga jurusan keahlian yang penulis bahas di bagian 2, bagian 3 dan bagian 4 dapat saling sinergi dan kolaborasi terhadap keahlian masing-masing. Maksudnya adalah, siswa Jurusan TKJ harus menguasai materi di jurusan RPL terutama pengetahuan dasar pemrograman misalnya HTML, CSS, MySql dan PHP. Selain itu juga belajar tentnag materi multimedia misalnya belajar desain basis bitmap seperti Photoshop dan Fotografi Dasar. Untuk Jurusan RPL dapat belajar materi jurusan TKJ yaitu pengetahuan tentang Teknik Dasar Jaringan (LAN) dan teknik merakit & perawatan PC. Dari materi jurusan Multimedia, siswa jurusan RPL belajar mengenai Dasar Desain Grafis, Dasar Fotografi dan Photoshop. Hal sebaliknya, siswa jurusan Multimedia belajar materi jurusan RPL tentang dasar pemrograman HTML, CSS dan PHP, Website CMS dan dari materi jurusan TKJ yaitu belajar tentang Teknik Dasar Jaringan (LAN) dan teknik merakit & merawat PC.
Banyak hal yang bisa dielaborasi dari siswa-siswa ketiga jurusan tersebut untuk mengasah insting bekerja dan kemampuan meneyelesaikan masalah serta target oriented. Pengetahuan siswa akhirnya tidak lagi monoton karena di dunia kerja/industri pekerjaan yang dibebankan adalah tidak lagi sekedar skill atau keahlian semata tetapi mampu bekerja sesuai target dan menyelesaikan dengan efisien serta bekerja secara tim atau kelompok. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar merupakan sesuatu yang wajib dan hal ini yang kurang diperhatikan dan diperkenalkan ketika masih di bangku SMK. Oleh karena itu, banyak SDM dengan keahlian tinggi akhirnya sia-sia karena standar dasar bekerja tidak terpenuhi.
Laboratorium Praktek selama ini hanya dimanfaatkan sebagai laboratorium untuk mencoba dan mempraktekkan hasil belajar dan instruksi guru. Seharusnya, laboratorium ideal atau memenuhi kriteria industri/kerja adalah laboratorium yang menyediakan fasilitas yang memungkinkan siswa belajar kerja, belajar suasana kerja. Berarti, materi-materi yang disampaikan di laboratorium adalah materi yang berhubungan dengan pekerjaan misalnya untuk jurusan RPL, tugas membuat aplikasi sistem informasi penduduk dan kegiatan remaja RT/RW, bisa juga membuat aplikasi absensi kegiatan remaja gereja tiap hari sabtu dan minggu. Jurusan Multimedia, Guru memberi tugas membuat kartu nama dua sisi/muka dengan jumlah 1 box dan dicetak digital, membuat poster untuk majalah dinding sekolah menggunakan bahan albatros resolusi 100 dpi dengan ukuran 75 x 200 cm dan ditempel di dinding kelas. Jurusan TKJ tugasnya salah satunya adalah membuat desain LAN sebuah kantor dengan jumlah komputer 50 unit dan 2 server dan service yang diaktifkan adalah printer sharing serta akses internet, atau memberi tugas menangani unit komputer yang bermasalah (trouble) di laboratorium RPL/Multimedia.
Hal-hal sederhana di atas hanya satu contoh saja yang bisa dilakukan oleh guru-guru produktif dan pihak sekolah. Ide lainnya? Tentunya banyak dan itu sudah penulis lakukan selama mendapat kesempatan mengajar di SMK dan yang dibutuhkan adalah kesempatan dan diberikan kesempatan mengembangkan diri. Sinergi antara Guru – Sekolah – Orang Tua Murid adalah wajib. Bagaimana dengan program Link & Match dengan dunia industri? Sekolah melalui Kepala Sekolah dan atau Ketua Program/Jurusan dapat menjalin hubungan Bisnis antara industri dan sekolah terutama materi-materi yang paling dibutuhkan ketika siswa lulus serta budaya kerja secara umum di dunia industri.kerja.
As simple as that, jika semua dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa siap bekerja. Tulisan ini penulis dedikasikan untuk kemajuan SMK di Indonesia yang hingga saat ini seperti tidak terjain titik temu antara dunia akademik (SMK) dan dunia industri. Masih terdapat sikap saling menyalahkan dan kurang peduli. Pada satu sisi, kita tidak bisa mendesak dunia industri/kerja mengikuti keinginan sekolah karena dunia bisnis yang menjadi dasar bekerja adalah profit oriented dan efisiensi proses. Sedangkan dunia akademik cenderung lebih ke pembuktian teori, pencarian dan pengembangan bersasarkan analisa, ide dan imajinasi. Pertanyaannya adalah SMK yang memiliki keahlian kejuruan untuk siap bekerja tetapi tidak atau belum memiliki dasar kemampuan siap bekerja dan menerima tantangan pekerjaan. Apa yang harus dilakukan? Peningkatan keahlian atau skill upgrade? Tidak cukup. Tetapi knowledge sharing & working experience talking kepada siswa-siswi sehingga pata siswa memiliki wawasan kerja sebagai modal kelulusan.
Semoga tulisan dan ulasan sederhana ini bermanfaat bagi para guru, sekolah, orang tua murid dan para pelaku profesional dunia industri.
Salam.
Pustaka:
- Pengalaman Mengajar, SMK BI, Bintaro, 2011-2015
- Pengalaman Mengajar, SMP/SMA INRABB, BSD, 2015-2016
- Instruktur, Binus Center, Bintaro, 2010-2013
- Creative Director, BSL Print, Jakarta
- Marketing, BSL Engineering, Jakarta
- IT Dept Head, AUTRI, Jakarta