Sejak masuk sekolah, kita sudah mengenal bilangan ketika kita belajar berhitung dan matematika. Bilangan-bilangan yang kita kenal dan pelajari antara lain Bilangan Desimal, Bilangan Biner, Bilangan Oktal dan Bilangan Hexadesimal termasuk Bilangan Seksagesimal. Bilangan-bilangan tersebut akrab dalam kehidupan sehari-hari meskipun tanpa kita sadari manfaatnya.
Topik yang dibahas kali ini adalah tentang Sistem Konversi Bilangan yang diterapkan untuk sistem perhitungan IP Address (IPv4) untuk sistem jaringan. Sistem bilangan yang digunakan untuk IP Address (IPv4) adalah
- Sistem Bilangan Biner
- Sistem Bilangan Desimal
- Sistem Bilangan Hexadesimal
Ketiga sistem bilangan di atas memiliki peran masing-masing dengan porsi sistem bilangan biner dan sistem bilangan desimal yang terbesar. Sistem bilangan hexadesimal diperkenalkan untuk pengetahuan tambahan saja karena sebenarnya nilai hexadesimal adalah kode yang dibaca oleh CPU.
Sistem Bilangan BINER
Sistem bilangan Biner terdiri dari dua (2) bilangan penyusun yaitu: 0, 1 dan kedua bilangan ini yang akan menjadi kunci pembahasan tentang perhitungan IP Address IPv4.
Sistem Bilangan DESIMAL
Sistem bilangan Desimal terdiri dari sepuluh (10) bilangan penyusun yaitu: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dan menjadi standar bilangan yang kita gunakan secara umum.
Sistem Bilangan HEXADESIMAL
Sistem bilangan Hexadesimal terdiri dari enam belas (16) bilangan penyusun yaitu: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F yang nantinya menjadi kode unik sistem komputasi komputer.
IP Address (IPv4)
IP Address dalam sistem IPv4 terdiri dari 32 bit angka biner penyusun dalam empat (4) unit blok yang masing-masing unit blok terdiri dari delapan (8) digit angka biner. Empat unit blok tersebut terdiri dari Network ID dan Host ID dan tiap unit blok dalam bentuk angka atau bilangan desimal.
IPv4 dibagi menjadi tiga (3) Class yaitu A, B dan C. Dan dua Class yang lain untuk keperluan eksperimen yaitu D dan E.
Jumlah Network ID dan Host ID untuk tiap Class berbeda dan mempengaruhi cakupannya. Semakin besar Host ID maka jumlah Network ID semakin kecil dan sebaliknya. Network ID adalah unit Network yang memiliki Host ID dengan jumlah tertentu yang mampu dikelola.
Gambar – 1
Diagram gambar-1 di atas menunjukkan bahwa tiap Class terdiri dari angka-angka di kolom a, b, c, dan d. Bilangan desimal di tiap kolom a, b, c, d ini menunjukkan Network ID dan Host ID.
Kita ambil contoh Class C yang lebih mudah dalam memahaminya.
Kolom a, b, dan c adalah Network ID dan memiliki Host ID yang ditunjukkan kolom d. Jumlah Host ID tiap Network ID yang bisa dikelola adalah 0 – 255 unit atau 256 ip address. Untuk lebih mudahnya, Host ID adalah perangkat yang diberikan ID atau identitas berupa IP Address sehingga ketika terhubung jaringan dapat dikenali oleh perangkat lainnya.
Setiap IP Address menandakan Network ID dan Host ID. Contoh, 192.168.0.0 dan 192.168.0.132 yang berarti adalah IP Address tersebut adalah Class C dengan Network ID adalah 192.168.0 dan Host ID-nya adalah 192.168.0.0 dan 192.168.0.132 atau terdiri dari dua (2) ID yang diberikan untuk unit perangkat elektronik.
IP Address 192.168.1.20 dan 192.168.5.15 adalah IP Address Class C dengan dua (2) Network ID berbeda yaitu 192.168.1 dan 192.168.5 yang masing-masing memiliki Host ID hanya satu (1) yaitu 192.168.1.20 dan 192.168.5.15.
Begitu juga bila kita membahas Class B dan Class A yang memilki jumlah Host ID tiap Network ID jauh lebih besar dari Class C.
Sekarang pertanyaan lanjutannya, bagaimana cara konversi bilangan IP Address tersebut ke bilangan Biner?
Konversi Bilangan Biner – Desimal – Heksadesimal
Bilangan Biner terdiri dari angka 0 dan 1 maka untuk bilangan konversi bilangan biner terhadap bilangan desimal adalah membagi bilangan desimal dengan basis bilangan biner yaitu 2 karena jumlah penyusun bilangan biner adalah 2.
Gambar – 2
Gambar di atas menunjukkan deretan bilangan biner dari bilangan desimal. Hasilnya adalah:
Angka 0 desimal memiliki angka biner 00
Angka 1 desimal memiliki angka biner 01
Angka 2 desimal memiliki angka biner 10 dan
Angka 3 desimal memiliki angka biner 11
Nah, bagaimana dengan angka 4 desimal? Jumlah digit biner ditambahkan menjadi empat (4) digit yaitu 0000 sebagaimana ditunjukkan
Gambar – 3
Nilai Desimal yang makin besar maka jumlah digit biner ditambahkan per 4 digit, jadi bila angka 16 desimal dikonversikan ke bilangan biner maka jumlah digit biner yang ditambahkan di depannya dan penulisan hasilnya menjadi lima (5) digit diner sehingga 16 desimal = 10000 biner. Untuk penggunaa konversi biner IP Address maka digunakan penambahan empat (4) digit biner untuk memudahkan dalam perhitungan sehingga terdapat 8 digit biner untuk tiap angka desimal.
Gambar – 4
Diagram Gambar – 4 adalah perhitungan konversi bilangan desimal ke biner menggunakan salah satu metode yang menurut penulis paling mudah. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan nilai, maksudnya adalah bahwa bilangan pengurang yang digunakan merupakan bilangan hasil perpangkatan dengan nilai yang paling mendekati angka yang akan dikurangi. Contoh, angka desimal yang digunakan adalah 62.
Konversi yang digunakan adalah untuk konversi IP address dengan jumlah digit terdiri dari 8 digit yang berarti total nilai adalah 255 (desimal) atau 11111111 (biner) dengan nilai terendah 0 (desimal) atau 00000000 (biner).
Kita lihat lagi Gambar – 4, bilangan desimal yang akan dikonversi adalah 62, nilai perpangkatan terdekat adalah 2 pangkat 5 yaitu 32 hasil dari perkalian 2 x 2 x 2 x 2 x 2 atau 2 pangkat 5. Sehingga, 62 – 32 = 30, kemudian dikurangi lagi dengan hasil perpangkatan lebih rendah yang paling mendekati nilai 30, yaitu 16 hasil dari 2 pangkat 4. Dikurangi lagi hasilnya hingga habis dikurangi menjadi sisa 1 atau 0.
Hasil konversi 62 = 00111110 = 111110 (biner).
Sebaliknya, bagaimana angka biner 1110011 menjadi angka desimal?
Caranya adalah dengan menghitung angka binernya yaitu
Gambar – 5
Diagram Gambar-5 menunjukkan cara menghitung angka biner menjadi angka desimal yaitu dengan menghitung nilai desimalnya tiap angka, kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan hasil akhir.
Gambar – 6
Diagram Gambar-6 adalah konversi desimal ke bilangan Hexadesimal dan contoh yang digunakan adalah bilangan desimal 62 dikonversi ke bilangan Hexadesimal.
Demikian perhitungan konversi bilangan untuk IP Address IPv4.
File PDF silahkan di-download dan semoga bermanfaat.
Docs in PDF : Konversi-Bilangan
Sumber:
- IP Address & Subnetting, Konsep, Teori & Praktek, J Budi Purnomo, 2016
- Skema Konversi Bilangan, J Budi Purnomo, 2016
- Materi TIK, SMP & SMA, J Budi Purnomo, 2015
- Materi Sistem Konversi, SMK Jurusan TKJ-RPL-Multimedia, J Budi Purnomo, 2012






manthap penjelasanya, ijin share di blog saya boleh
silahkan, dengan senang hati.