SMA atau SMK :: Pilihan Sulit buat Siswa SMP

Setiap bulan Februari, setelah melalui ujian akhir semester Ganjil di bulan Desember, setiap siswa memulai petualangan galaunya. Sebenarnya kegalauan itu sudah di mulai saat mereka naik kelas IX atau masuk semester 5. Kemana setelah lulus SMP? Mau lanjut ke SMA favorit atau ke SMK aja yang gak banyak mikir?

Menurut pendapat saya, alasan pilihan keduannya adalah konyol yaitu pilihan ke SMA favorit dan ke SMK yang nggak banyak mikir. masuk ke SMA favorit alasannya apa? Masuk SMK sudah yakin gak banyak mikir?

Pilihan lulus SMP akan menggiring menuju masa depan apakah ingin kuliah, terus lulus dan bekerja sesuai yang dicita-citakan? Atau masuk SMK, serius dengan belajar dan latihannya, lulus kemudian langsung bekerja dan meninggalkan cita-cita kuliah S1 atau bisa langsung buka usaha/bisnis dengan ilmu yang didapat selama sekolah? Peran Guru-guru di SMP dan orang tua masing-masing yang memberikan wawasan dan arahan kepada anak-anaknya dan tidak membiarkan mereka mencari sendiri.

Pilihan terbaik adalah keputusan yang diambil berdasarkan informasi yang diperoleh sebanyak-banyaknya dan sebenar-benarnya. Sebenarnya bagaimana sih seharusnya informasi tentang SMA dan SMK ?

SMA, sekolah menengah atas, sekolah yang ditujukan dan dimaksudkan untuk mengasah kemampuan berpikir siswa dengan teori-teori dasar yang menyiapkan siswa-siswa berpikir kritis, logis dengan analisa data dan mampu menggali lebih banyak tentang ilmu-ilmu dasar yang nantinya bisa diterapkan untuk hal-hal praktis sehari-hari. Oleh karena itu, materi pelajaran yang disampaikan lebih banyak tentang teori, praktek laboratorium sebagai pembuktian dari suatu teori baku. Kemampuan siswa menganalisa suatu masalah dengan pengetahuan teori dasar yang benar diharapkan siswa dapat mengemukakan pendapat secara ilmiah dan menuliskannya secara ilmiah. Ketika mereka masuk kuliah di perguruan tinggi sesuai dengan jurusan yang dipilih maka kemampuan awal menganalisa dan menulis ilmiah ditingkatkan berdsarkan tingkat berpikir mereka yang semakin dewasa secara usia.

Teori dasar dari mata kuliah-mata kuliah yang diajarkan lebih detail dan kompleks, sebagai contoh mengenai matematika sejak SMP dan SMA di perguruan tinggi kembali diperkenalkan namun dengan bobot keilmuan yang lebih tinggi, misalnya menjadi Matematika Dasar 1 dan 2 yang membahas teori secara lebih mendalam termasuk penerapan dan alasannya. Kemampuan berpikir analitis dan kritis yang diasah sejak masih di bangku SMA kemudian dilanjutkan dengan pembahasan detail dan mendalam termasuk pembuktian teori dan postulat. Tujuan akhirnya adalah mahasiswa mampu menganalisa suatu teori dengan pembuktian-pembuktian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hal ini dimaksudkan agar ketika berbicara, berpendapat atau bertindak harus berdasarkan dasar pemikiran yang logis, kritis dan memiliki dasar analisa yang kuat dan benar.

Contoh lain misalnya analisa kecurangan terhadap manajemen suatu perusahaan yang berdasarkan analisa resiko yang dipelajari selama di bangku kuliah akan menghasilkan laporan berbobot dan ilmiah dengan dasar analisa dan fakta telah terjadi kecurangan atau manipulasi. Teori-teori tentang perhitungan dan proyeksi kecurangan dipelajari dengan dasar teori dan analisa yang akurat selama di perguruan tinggi. Kekuatan berpikir dan analisa yang diharapkan dari para mahasiswa perguruan tinggi.

SMK, sekolah menengah kejuruan, sekolah yang mempersiapkan siswanya dengan lebih banyak praktek dan pengetahuan kerja sehingga ketika lulus siap masuk kkerja di perusahaan atau instansi. Pendidikan teori disampaikan hanya sebagai dasar pengetahuan untuk bekerja. Budaya kerja, disiplin kerja, orientasi target penyelesaian tugas praktek menjadi pola dasar pendidikan SMK sehingga sejak masih di bangku sekolah sudah terbiasa dengan pencapaian kerja berbasis target. Sistem pendidikannya lebih praktis, tidak bertele-tele dengan komposisi 20% Teori, 80% Praktek ditambah dengan praktek Magang selama dua bulan di perusahaan.

Hasil akhirnya diharapkan siswa sudah mengenal dan terbiasa dengan dunia kerja, budaya kerja serta target kerja yang harus dipenuhi sehingga siswa yang telah lulus sudah siap bekerja di perusahaan/instansi yang menerimanya. Jumlah kebutuhan SDM di dunia kerja semakin hari membutuhkan SDM yang memiliki skill bagus dengan usia yang lebih muda dan hal tersebut dapat dipenuhi oleh lulusan SMK. Diharapkan jenjang karir dapat dilalui sejak usia dini, dan terus mengasah kemampuan produktif dan kemampuan manjerial. Dengan pola tersebut, setelah lima tahun bekerja maka posisi karir sudah berada pada tingkat yang lebih baik bahkan mungkin sudah setingkat Manajer sedangkan yang kuliah kemungkinan baru saja lulus kuliah.

Jalur pendidikan SMK dikenal dengan jalur pendidikan Vokasi dan perguruan tinggi berbasis vokasi sudah tersedia dan nantinya, kualitas lulusan dari jalur vokasi lebih dibutuhkan oleh perusahaan manufaktur dan instansi yang membutukan skill aplikatif yang siap kerja.

Jurussan yang tersedia di SMK menyesuaikan dengan minat dan bakat yang ingin diasah oleh siswa-siswa SMP antara lain

  1. Boga atau Seni Memasak
  2. Administrasi Perkantoran (ekonomi akuntansi)
  3. Farmasi
  4. Otomotif
  5. Perencana Bangunan
  6. Robotika & Otomasi
  7. Multimedia
  8. Rekayasa Perangkat Lunak
  9. Teknik Komputer Jaringan
  10. Animasi
  11. Broadcast, dll
Pilihan sudah terpampang dengan lebih jelas dan tugas akhir adalah memilih dan menjalankan pilihan yang sudah diambil dan diputuskan.