Materi ini sebenarnya untuk para siswa SMK jurusan TKJ, siswa SMA mata pelajaran TIK dan mahasiswa yang sedang belajar Sistem Jaringan. Materi ini sebenarnya materi sederhana tapi juga memusingkan apalagi jika saat ini lebih banyak mencari jawaban melalui sistem yang telah tersedia misalnya Cisco, Mikrotik dan perangkat Router yang sudah memiliki fitur-fitur canggih.
Persoalannya adalah ketika kita menghadapi problem dan router yang kita tangani adalah tipe atau jenis yang tidak atau belum memiliki fitur pembagian IP Address maka pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan sesuai target, menjadi tidak selesai. Metode perhitungan yang dimiliki oleh perangkat-perangkat canggih tersebut berasal dari perhitungna yang dilakukan manual kemudian dibuat program sedemikian rupa sehingga penggunanya dapat langsung memasukkan nilai yang diinginkan.
Sebagai seorang IT Administrator salah satu tugas dan fungsinya adalah membuat konsep dan rencana tentang membangun/mengembangkan sistem jaringan yang menjadi tanggung jawabnya. Perencanaan sistem jaringan dimaksud adalah memastikan perangkat yang akan terhubung dalam satu sistem terpusat dan terintegrasi. Tipe perangkat tertentu, jenis koneksi jaringan yang dipakai hingga penyediaan sambungan layanan internet untuk komunikasi dengan pihak luar. Jumlah perangkat yang akan terhubung menandakan jumlah individu yang menggunakan perangkat tersebut dan jenis layanan apa saja yang harus disiapkan.
Perencanaan konsep yang matang dengan data akurat menjadi dasar membentuk sistem jaringan yang handal dan dapat dikembangkan sesuai perkembangan. Perhitungan dari beragam perangkat tentunya memerlukan perencanaan koneksi yang dibutuhkan karena koneksi-koneksi antar perangkat harus berjalan sesuai standar baku yang ditetapkan dan memiliki tingkat kegagalan koneksi yang seminimal mungkin. Pembagian akses untuk setiap perangkat yang terhubung menjadi kunci dalam pembuatan Konsep & Implementasi sistem jaringan.
Akses-akses komunikasi sistem jaringan tersebut dibagi, diatur dan dipantau sesuai dengan prosedut yang telah disepakati. Prolog tentang materi ini ditutup dengan mulai membahas serta menghitung IP Address & Subnetting.
Gambar-1
Prinsip dasar sistem jaringan adalah Server – Client. Unit Server melayani akses dari Client sehingga dapat melakukan komunikasi data antara Client – Server atau Client – Server – Client. Komunikasi data tersebut melibatkan sistem operasi, layanan (service), perawatan kerja sistem hingga optimasi kerja sistem Server.
Gambar-2
Gambar-2 memperlihatkan komunikasi data antar perangkat dalam satu sistem jaringan yang terdiri dari beberapa Subnetting dan Network ID yang sama atau disebut satu segment. Terdiri dari tiga (3) grup Client dengan dikelompokkan dalam Subnet /26 yang memiliki jumlah maksimal yang sama. Setiap sistem Subnet dalam Network ID memiliki Subnet Mask yang berbeda sesuai dengan rencana pembagian akses yang diinginkan.
Gambar-3
Diagram gambar di atas merupakan pengembangan dari Gambar-2 yaitu komunikasi data antar perangkat yang telah dibagi menjadi beberapa Network ID yang lazim disebut Multi Segment dan beberapa Subnet untuk mengelola Client. Lalu lintas data komunikasi tidak hanya sekedar kompleks tetapi juga dituntut reliabilitas koneksi, kestabilan koneksi, keamanan sistem komunikasi data dan optimasi sistem jaringan.
IP ADDRESS
Pembahasan selanjutnya adalah tentang pembagian Class sistem jaringan dan jumlah Host ID yang terlingkupi. Sistem Jaringan dalam membagi sebarannya dibagi ke dalam Class A, Class B dan Class D, sedangkan Class C dan Class D dipergunakan untuk keperluan riset atau laboratorium.
Gambar-4
Gambar di atas menunjukkan IP Address yang dapat digunakan untuk tiap Class A, Class B dan Class C. Sebelum pusing melanda, mari dilanjutkan dengan diagram berikut ini.
Gambar-5
SUBNETTING
Subnetting adalah pengelompokan jumlah IP Address yang terkoneksi ke dalam jumlah yang lebih kecil sesuai dengan yang direncanakan dan memperluas batasan yang dicakup oleh Subnet Mask standar. Contoh, bila jumlah perangkat atau Client dalam sistem jaringan akan dioptimalkan sesuai jumlah dan kebutuhan maka diatur penggunaannya sesuai kategori yang telah dirancang. Divisi HRD memiliki jumlah Staff 15 orang yang dapat diasumsikan bahwa seluruh perangkat yang terhubung adalah 15 client. Untuk mendapatkan sistem jaringan yang optimal maka dibuatlah Subnet sehingga dapat menampung 15 client dan pemakaian IP Address dapat lebih optimal.
Gambar-6
Gambar-7
Nah, kira-kira seperti di gambar-7 tentang subnet dan subnet mask. Sekarang kita masuk ke yang lebih rumit tapi mudah dipelajari.
Gambar-8
Gambar-9
Sekarang kita lanjut ke Subnetting Class B,
Gambar-10
Gambar-11
Berikutnya adalah subnetting Class C,
Gambar-12
Gambar-13
Pembahasan terakhir adalah contoh soal tentang Subnetting dengan menggunakan Class C untuk belajar memahaminya.
Gambar-14
Gambar-15
Gambar-14 dan Gambar-15 adalah contoh pembahasan subnetting untuk IP Address Class C dengan pembagian /25, sehingga diketaui Subnet Mask = 255.255.255.128 dan terdapat dua (2) Host ID yang menampung masing-masing 126 IP Address.
Metode dan pembahasan yang penulis uraikan di atas sudah diterapkan untuk materi pembelajaran di SMA sebagai materi TIK, di SMK jurusan TKJ dan RPL dan di perguruan tinggi sebagai materi mata kuliah di jurusan Sistem Informatika.
Pustaka:
- https://kiezme.wordpress.com/menghitung-subnetting-ip/, Kisme AD
- http://tellnetwork.blogspot.co.id/2015/06/tehnik-menghitung-subnetting-untuk.html, ZainGroup
- http://siysm.blogspot.co.id/2014/10/menghitung-ip-address-netmask-dan-host.html, Indra Adi
- http://alanwar32.blogspot.com/2015/04/cara-menghitung-subnetting.html, Saiful Ali al Anwar
- http://computernetworkingnotes.com/ccna-study-guide/subnetting-tutorial-subnetting-explained-with-examples.html
- Local Area Network, Materi Ajar Jurusan TKJ, SMK BI, 2012-2014, J. Budi Purnomo
- Local Area Network, Materi Ajar TIK SMA Insan Rabbany, 2016, J. Budi Purnomo
File PDF silahkan didownload sebagai referensi.
Docs in PDF : IP-Subnet-Concept














